(tersenyum tipis, menatap piring): “Bu, dulu gue cuma cari sensasi. Sekarang, gue pengen sesuatu yang lebih… legit.”
Suatu malam, ketika bulan menampakkan setengahnya, Bima menyelinap masuk ke dapur warung. Ia menyiapkan spion —bukan untuk melihat diri, melainkan untuk mengintip gerak‑gerik Tante Umi saat ia menyiapkan bumbu kacang yang dikabarkan bisa membuat siapa saja “melayang” rasa nikmatnya. Tapi tak disangka, Entor! Bima terjebak dalam jaring aroma harum yang begitu kuat hingga ia tak mampu menahan tawa.